Tanggal Posting

December 2013
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Aktifitas


Kejahatan Menurun

Allahu Akbar!!! Kejahatan Menurun di Bawah Kontrol Pengadilan Syari’ah Islam ISIS di Suriah

By nahimunkar.com

SURIAH (voa-islam.com) – Kemajuan mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) sangat menggembirakan, terutama dalam hal Pengadilan Mahkamah Syari’ah. Mujahidin ISIS berjihad tidak semata-mata untuk menghapus kezaliman dari tanah Suriah, namun juga agar terealisasinya Penegakkan Syari’at Islam di bumi Suriah itu.
Info tentang perkembangan Pengadilan Mahkamah Syari’ah propinsi Idlib, Suriah, itu berupa video yang dipublikasikan lewat You Tube pada tanggal 23 November 2013.

Pada pembukaan video tersebut, nampak seorang Qadhi Peradilan Syari’ah di Idlib. Beliau mengatakan bahwa merupakan bentuk syukur kepada Allah atas kemenangan yang diberikan adalah menegakkan Syari’at Allah di muka bumi. Dampaknya, indeks kriminal semakin menurun drastis dan menyebarnya keamanan.

Kasus yang ditangani oleh Pengadilan Syari’ah paling maksimal sampai satu bulan. Pidana yang berkurang adalah zina, pencurian dan lain-lain.

Beliau juga mengajak kepada para thalabul ilmi agar mendatangi bumi Syam itu. Karena penduduk Syam sangat haus dengan Syari’at Islam. Agar mereka bisa berguna dan membantu dalam Pengadilan Islam.

Pengaduan Masyarakat kepada Mahkamah Syari’ah ISIS

Abu Abdurrahman Zaid dari Bab Amru, Homs, mengajukan kasus di Mahkamah Syari’ah Dana, Idlib. Ia diusir dari Homs karena berbagai tuduhan. Namun ia mengadukan kepada Amir Idlib agar memberikan jaminan keamanan kepadanya. “Setiap orang yang memutuskan perkara dengan Kitabullah kamin akan letakkan di atas kepala kami (kami pasrahkan dan hormati.red)” tutur Zaid. Abu Zaid mengungkapkan bahwa perbedaan antara Rezim Nushairy Suriah dan Daulah Islam Irak dan Syam sangatlah jauh. Mereka memakai undang-undang positif sedangkan ISIS menerapkan Syari’at Allah

Selanjutnya yang diwawancarai adalah salah satu Pencatat Kasus di Mahkamah Syari’ah Islam di propinsi Idlib. Pencatatan terbagi menjadi kasus damai, perjanjian, perwakilan dan lain-lain, kemudian diserahkan kepada Amir Mahkamah untuk disidang. Kasus-kasus yang mereka alami belum pernah terselesaikan. Dan kini alhamdulillah, sebagaian besar sudah terpecahkan dan mendapat solusi. Dan para pengadu pun tidak dikenakan beban administrasi.

Salah satu warga Idlib, Abul Qosim, menuturkan pula tentang hasil dari Pengadilan Syari’ah, dimana keamanan, kedamaian dan kententraman dan dirasakan oleh masyarakat idlib. Yang terzalimi mendapatkan haknya dan yang menzalimi mendapatkan hukumannya. Menurut pengetahuan Abul Qosim, belum ada pengaduan masyarakat tentang penganiayaan atau kesalahan yang dilakukan oleh Aparat atau anggota ISIS.

Kemudian penuturan juga datang dari seorang pemuda yang bernama Amir, salah satu pengadu ke Mahkamah, mengatakan bahwa kondisi di Idlib menjadi tertib. Saat warga mendapatkan masalah, mereka datang ke mahkamah.

Sementara itu, Petugas Departemen Shulh di Mahkamah Islam. Alhamdulillah, kasus konflik yang terjadi antara satu warga dengan lain adalah kasus sederhana.”

baru Suriah

sumber: http://www.nahimunkar.com/

 
72 Ulama Saudi Dukung Front Islam untuk Suriah


By nahimunkar.com on 7 December 2013

Riyadh (SI Online) – Sebanyak 72 ulama dan da’i di Arab Saudi, pada Kamis (5/12/2013), menyatakan mendukung penuh inisiatif penyatuan tujuh faksi terkemuka di Suriah di bawah nama ‘Front Islam’. Melalui pernyataan bersama, puluhan ulama dan da’i Saudi tersebut menyeru faksi-faski pejuang lainnya untuk bersatu dan bergabung dengan Front yang dibentuk beberapa minggu lalu itu.

Pernyataan tersebut juga menasehatkan seluruh faksi pejuang Suriah untuk saling tolong menolong dengan tujuan besar, yaitu membebaskan Bumi Syam dan merealisasikan hukum Allah di negara tersebut.

Pernyataan yang dilansir almoslim.net tersebut mengungkapkan bahwa pembentukan Front Islam sangat menggemberikan hati-hati orang-orang beriman dan memberikan kabar gembira atas pertolongan dan janji dari Allah Swt.

Mereka juga menyeru seluruh umat Islam di seluruh Dunia untuk terus memberikan dukungan sekuat tenaga, terutama dengan dukungan harta, pada mujahidin di Bumi Syam secara umum, dan pada Front Islam secara khusus.

Di antara ulama dan da’i yang ikut bertanda tangan dalam pernyataan tersebut adalah Syaikh Abdullah bin Mohammed Ghunaymaan, Mohammed bin Nasser Alsuhaibani, Saad bin Abdullah Al-Hamid, Nasser bin Suleiman Al Umar, Ahmed Bin Abdullah Al-Zahrani, Ahmed Bin Abdullah Al-Shiban, Ali bin Saeed al-Ghamdi, Suleiman bin Hamad Al Audah,Abdullah bin Hamad Al-Alam dan Syaikh Khalid bin Abdullah Al Shamrani.

Seperti diketahui, beberapa faksi terkemuka pejuang Muslim Suriah, mengumumkan bersatu di bawah bendera yang diberi nama ”Front Islam” dalam pertempuran melawan pasukan rezim Bashar Al Asad, khususnya di wilayah utara Suriah.

Dalam pernyataannya melalui rekaman video, faksi-faski pejuang Suriah tersebut menegaskan bahwa ‘Front Islam’ merupakan perkumpulan faksi terbesar pejuang Suriah yang bertujuan melengserkan rezim Bashar Al Asad.

Tercatat, 7 faksi terkemuka pejuang Suriah ikut bergabung dalam perkumpulan tersebut. Faksi-faksi itu adalah Liwa Tauhid, Ahrar Sham, Jaisy Islam, Uluwiyah Shuqur Sham, Liwa Haq, Brigade Anshar Al Sham dan Jabhah Islamiyah Kurdiyah.

Kelompok aliansi Front Islam menyatakan dengan keras penolakan sistem negara sipil dan sekular dan memilih Syariah Islam sebagai dasar negara berdasarkan Syura.

”Tujuan pembentukan Front ini adalah membentuk politik militer independen untuk menggulingkan seluruh sendi-sendi rezim Bashar Al Asad di Suriah dan mendirikan sebuah Negara Islam” kata Front tersebut dalam salah satu pernyataannya seperti dimuat worldbulletin.

Agusdin
Sumber : almoslim/worldbulettin/kbl

(nahimunkar.com)


Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>